Minggu, 20 Februari 2011

Langkah-langkah cara mengajar yang Efektif

Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar di mana saja adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara mengajar. Sepuluh jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan di bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para pengajar guna meningkatkan cara mengajar mereka. Menguasai Isi Pengajaran Hukum yang pertama dalam teori “Tujuh Hukum Mengajar” dari John Milton Gregory berbunyi: “Guru harus mengetahui apa yang diajarkan.” Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran. Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran: 1.    Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas. 2.    Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid. 3.    Sasaran harus meliputi hasil belajar. 4.    Hasil sasaran yang dapat dicapai. Contoh: Contoh-contoh di atas telah menjelaskan empat macam hasil belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan ketrampilan. Utamakan Susunan yang Sistematis Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti, tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis. Banyak Gunakan ContohKehidupanPada saat mengajar, seringlah menggunakan contoh atau perumpamaan kehidupan sehari-hari atau yang pernah dialami misalnya dalamperdagangan, rental, nilai uts / uas, dan lain sebagainyaContoh kehidupan adalah jembatan antara kebenaran ilmu dan dunia nyata    Cakap Menggunakan Bentuk Cerita Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan murid. Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran. Menggunakan Panca Indera Murid Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual berarti menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan saja cocok untuk Sekolah Minggu anak-anak, juga untuk Sekolah Minggu pelbagai usia. Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian. Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15 bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang masih dapat diingat oleh murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat mengingat 78%. Melibatkan Murid dalam Pelajaran Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan mereka, juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan murid, selain mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid menggunakan kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya; biarlah murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah murid bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah. Menguasai Kejiwaan Murid Guru yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tentu harus memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia. Ia juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Pengertian antara guru dan murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal balik. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih efektif. Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran. Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak dapat melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri banyak cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan diri sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.

Cakra Sakti Silat

     Perguruan Pencak Silat Cakra Sakti didirikan pada tanggal 14 Agustus 1974 di Sidoarjo-Jawa Timur oleH Guru besar H. Moehammadan untuk waktu yang tak terbatas.
Salah satu perguruan Silat yang sudah tercantum dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) ini pernah mendapatkan julukan Perguruan Pencak Silat Paling Fenomenal, bagaimana tidak, pada era 90-an Pesilat-pesilatnya berhasil menembus level Nasional bahkan Internasional.
Julukan tersebut disematkan karena perguruan ini bukan perguruan Nasional ataupun Internasional.Perguruan ini hanya berada di Sidoarjo-Jawa Timur saja.Namun prestasinya di Era 90-an tak pernah surut.Sebut saja H. Sarno yang mendapatkan medali emas di Kejuaraan dunia yang saat ini menjabat sebagai Kepala PDAM cabang Sidoarjo.Kemudian siapa yang tek kenal nama Dadang Permadi yang perah menjadi Juara I Nasional sebanyak 2kali dan Juara III Nasional sebanyak 1kali."Kalau kamu punya anak buah,wah....bakal berbahaya" itulah ungkapan Abas Akbar Juara Dunia sekaligus teman pelatnas Dadang Permadi.Karena beliaulah pencipta bantingan "sawer" yang kemudian disahkan oleh IPSI sebagai salah satu teknik bantingan dalam pertandingan pencak silat.Bukan hanya karena bantingannya saja namun teknik-teknik lain yang diperagakan oleh Dadang Permadi sangat unik dan khas perguruan Cakra Sakti Silat seperti langkah zig-zag, T mulur, dan yang tidak dipunyai perguruan lain pada waktu itu adalah teknik Cript.
Kemudian mundur sedikit,dikawasan lokal Jawa-Timur, mungkin para pembaca dan pesilat senior tak asing lagi dengan nama Ahmad Bushori Mas'ud dan Rosyidin Ahmad bersaudara, ya.....Rosyidin Ahmad S.Ag (kelas B putra),adik pertama Bisri Alkhafi Ahmad (kelas B putra),dan adik keduanya Ahmad Muzangki Dausyat (kelas C putra) Mereka adalah putra-putra H. Suaib Hazbullah yang berhasil menumpuk piagam,trophy, dan medali di berbagai event kejuaraan.
     Perguruan Pencak Silat Cakra Sakti pun pernah menjadi "Barometer" kemampuan atlet-atlet Pencak Silat Jawa Timur. Namun Sayang seiring bertambahnya waktu,bertambah pula usia perguruan ini. Layaknya pepatah "bumi itu bulat, kadang diatas kadang dibawah",perguruan ini pun mengalami masa regenerasi yang buruk. Dimana pada intinya selogan "pengabdian dan kesetiaaan adalah denyut nadi sebuah organisasi" tak lagi dapat dijalankan. Alhasil eksistensi dan tradisi yang pernah diterapkan tak lagi dapat dijadikan acuhan. Namun perjuangan dari anggota-anggota aktif yang masih tersisa di Perguruan ini terus berlanjut. Mengusung misi "Berjuang mempertahankan Existensi dan Tradisi",mereka berusaha membangkitkan kembali semangat era 90-an yang pernah dicapai dulu. Yang pasti perjuangan untuk membangkitkan kembali ini lebih sulit, terlebih lagi persaingan sekarang lebih ketat dan teknik-teknik yang dipunyai perguruan ini pun sekarang sudah menyebar luas, itu dikarenakan pelatih Jawa Timur selalu merekam pertandingan setiap atlet Perguruan Pencak Silat Cakra Sakti yang sedang bertanding.
Perjuangan ini tidak hanya dilakukan dalam bentuk pelatiahan saja tapi juga dalam bentuk silaturrahim yang melibatkan banyak pihak.
     Semoga perjuangan yang ditempuh selalu dimudahkan perjalanannya dan semoga bermanfaat pula artikel ini bagi pembaca sekalian.


Terima kasih.